Cara Mencari Jodoh

Diposkan oleh Jajat on 15 Juli 2011

Jodoh merupakan rahasia Allah.  Seorang laki-laki yang ingin menikahi dengan seorang wanita idamannya,  kalau Allah belum menenetukan mereka sebagai jodoh,  maka pernikahan itu tak akan terjadi.  Namun ada kalanya,  pasangan yang secara kasat mata,  menurut penilaian kita,  tidak cocok untuk bersatu,  malah menikah,  dan itu yang dinamakan berjodoh.

Banyak kasus yang kita lihat,  seorang gadis atau pemuda yang masih muda,  kok bisa cepat-cepat nikah,  sementara ada juga golongan yang usianya sudah kepala 3,  bahkan 4,  kok jodohnya belum nongol-nongol juga,  bahkan ada yang sampai putus asa segala serta minder.   Jika ada yang merasa masuk golongan ini,  tak perlu khawatir dan risau,  peribahasa mengatakan,  banyak jalan menuju Roma nikah.

Ada banyak cara atau tips atau kiat untuk mencari dan mendapatkan jodoh yang baik yang bisa kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita.  Namun sebelumnya kita harus tahu beberapa konsep tentang jodoh dalam Islam,  diantaranya :
  • Yakinkan dahulu,  bahwa jodoh terbaik kita adalah pemberian Allah,  dan yakinlah bahwa Allah akan memberi kita pasangan hidup dan jangan coba-coba untuk berprasangka buruk kepada Pemberi Jodoh.
  • Perbaiki dulu niat hati kita untuk menikah,  sudahkah niat kita benar sesuai rel agama ?  Atau sekedar hanya ingin memuaskan hawa nafsu belaka ?
  • Tidak ada istilah pacaran atau ta'arruf/acara perkenalan bertahun-tahun dalam Islam,  hanya waktu sewajarnya yang dibutuhkan untuk mengetahui informasi tentang calon jodoh kita,  jika sudah sreg dengan hati,  dengan persetujuan kedua belah pihak,  langsung nikah,  bukan pacaran.


Sekarang barulah kita berusaha untuk mencari jodoh dengan berbagai cara.  Strategi yang bisa kita usahakan jika susah sekali mendapatkan jodoh adalah :
  • Jodoh bisa dicari dan dipilih oleh orang tua tetapi perkawinan berlangsung atas persetujuan anak.
  • mencari informasi melalui keluarga terdekat,  barangkali ada yang sama-sama sedang membutuhkan calon pendamping
  • minta bantuan kepada teman atau relasi bisnis kita,  siapa tahu ada yang senasib ingin menikah tapi belum ada yang cocok.
  • mencari melalui biro jodoh yang informasinya bisa didapat di koran,  majalah atau internet.
  • Selalu terus menerus dalam bedoa meminta jodoh yang terbaik kepada Allah dan bertawakkal


Persiapan yang perlu diperhatikan ketika kita akan mencari jodoh :
  • Perbaiki penampilan kita,  biasanya yang menjadi tarikan pertama dilirik pasangan adalah penampilan luar seperti pakaian dan juga ketampanan/kecantikan.
  • Bagi laki-laki,  mempunyai kemapanan/pekerjaan/keahlian merupakan hal yang harus diprioritaskan dan akan menjadi daya tarik juga terutama oleh keluarga calon pasangan.
  • Perbaiki akhlak atau budi pekerti kita terlebih dahulu
  • Jauhi sikap sombong dan angkuh serta jual mahal,  terimalah siapa pun yang ingin berniat silaturrahmi mencari pasangan hidup,  jika ternyata ada lebih dari satu,  pilihlah melalui shalat istikhoroh,  bukan berdasarkan nafsu saja.
  • Jadilah sebagai diri sendiri,  jangan berpura-pura sebagai orang lain demi jaga image.
  • bersikap halus dan tidak terlalu agresif


Kategori jodoh yang baik yang mesti kita perhatikan sebelum melakukan pencarian :
  • teliti terlebih dahulu,  bagaimana perangainya dan latar belakang keluarganya,  mengingat pernikahan itu bukan untuk sementara saja.  Penelitian bisa dilakukan sendiri secara langsung atau melalui mata-mata yang disewa oleh kita.  (Detektif kali...)
  • Bagi perempuan,  pilihlah laki-laki yang lebih dewasa dan matang dari segi ilmu dan pemikirannya,   mengingat suami adalah pemimpin keluarga.
  • Bagi laki-laki,  pilihlah terlebih dahulu perempuan yang lebih muda umurnya dari kita karena akan lebih mudah dibimbing dan diarahkan.
  • Cantik/tampan luar dalam
  • Tidak materialistis/gila harta dan boros
  • Sudah mempunyai pekerjaan untuk membiayai rumah tangganya.
  • Penampilan sederhana/simpel


Hal yang mesti diperhatikan ketika masa perkenalan :
  • Berniat akan segera menikah
  • Perkenalan hanya bisa dilakukan disertai dengan pihak ketiga,  seperti adik,   kakak,  orang tua dan Islam tidak memperbolehkan perkenalan dilakukan hanya berdua saja/pacaran.
  • berbicara secara jujur,  seimbang dua arah dan terbuka kepada calon pasangan hidup,  hindari hal-hal yang bisa merusak komunikasi yang telah terjalin dengan baik.



{ 0 komentar... baca komentar atau nambahin }

Poskan Komentar