Tradisi Beduk
30 Agustus 2010
Beduk sudah lama dikenal kaum muslimin sejak dahulu. Mungkin hanya di Indonesia yang ada beduk, ntah di luar negeri apakah ada bedug semacam ini?
Beduk dibuat pertama kali dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa saat shalat sudah tiba, terutama saat shalat fardu. Di kampung Saya, terutama pada hari Jumat, beduk ditabuh dua kali, yakni jam sebelasan dan ketika mau adzan shalat jumat. Orang-orang di kampung umumnya bekerja di sawah dan di hutan, jadi untuk memberitahukan pelaksanaan shalat jumat ditabuhlah beduk pukul sebelasan agar mereka yang bekerja segera pulang dan mempersiapkan diri, karena umumnya mereka bekerja tanpa membawa jam tangan. Mengapa tak pakai speaker ? Suara beduk justru lebih ramah di telinga mereka, sedangkan tidak semua mesjid di kampung memiliki pengeras suara.
Namun saat sekarang ini, fungsi beduk tidak hanya sebatas itu. Beduk bisa dipakai untuk memberitahukan saat sahur. Bahkan beduk selalu identik dengan hari raya dan selalu dijadikan ikon. Namun tidak sedikit umat Islam yang membid'ahkan beduk dengan alasan tidak ada dari Rosulnya. Itu bisa dimengerti karena memang tidak ada hadits yang menyunahkan beduk. Kalau beduk harus bid'ah, tentu saja pengeras suara juga harus bid'ah, tv, radio, internet semuanya harus bid'ah.
Terlepas dari itu semua, beduk tetap harus dipertahankan sebagai sebuah tradisi bukan sebagai sebuah keharusan syar'i. Karena fungsinya masih relevan walaupun di zaman serba canggih sekali pun.
Label: Islam
